Selasa, 31 Mei 2016

Materi Gurindam




Materi Gurindam
1.      Pengertian Gurindam
Gurindam merupakan karya sastra lama yang berbentuk puisi yang terdiri atas dua baris kalimat yang mempunyai rima atau sajak yang sama. Gurindam pula memiliki lebih dari satu baris di tiap baitnya. Pada baris pertamanya merupakan baris masalah, syarat, perjanjian atau persoalan dan pada baris kedua merupakan jawaban dari masalah atau hal yang terjadi pada baris yang pertama.
2.      Ciri-ciri Gurindam
·         Gurindam terdirir atas dua baris pada tiap baitnya.
·         Pada tiap barisnya memiliki jumlah kata sekitar 10 sampai 14 kata.
·         Tiap barisnya memiliki hubungan sebab akibat.
·         Tiap barisnya memiliki rima atau bersajak a-a, b-b, c-c. dan seterusnya.
·         Maksud dari isi gurindam ada pada baris ke dua.
·         Gurindam biasanya berisi tentang nasehat-nasehat, filosofi hidup (kata-kata mutiara).
3.      Teknik Pembacaan Grindam
Melisankan gurindam hampir sama dengan melisankan pantun, yaitu degan memerhatikan intonasi dan lafal yang tepat. Untuk melisankan sebuah gurindam dengan baik kita harus memerhatikan aspek lafal, intonasi, dan ekspersi. Lafal merupakan cara seseorang atau sekelompok orang dalam suatu masyarakat bahasa dalam mengucapkan bunyi bahasa. Menguasai aspek lafal ini, kita dituntut jelas da lugas setiap mengucapkan bunyi-bunyi bahasa.
Berikutnya, kita pun harus memerhatikan aspek intonasi. Intonasi  adalah lagu bicara seseorang dalam melafalkan bunyi bahasa. Memahami aspek intonasi ini bermanfaat untuk penguasaan meninggikan dan merendahkan setiap mengucapkan bunyi bahasa.
Sementara aspek ekspresi untuk meningkatkan rasa pemahaman kita dalam menyampaikan sebuah gagasan. Penyatuan jiw antara gagasan sebuah teks dan perasaan yang melisankannya menjadikan terjadinya kesatupaduan makna yang utuh. Dengan demikian memahami ketiga aspek tersebut bisa menjadi prasyarat untuk melisankan sebuah gurindam.
Ketika melisankan sebuah gurindam dengan memperhatikan ketiga aspek tersebut maka akan mudah menjelaskan diksi, menyimpulkan isi dan mengetahui kekhasan bentuk gurindam pada masanya. Diksi (pemilihan kata) suatu karya sastra itu bisa dipahami dalam tiga bentuk, antara lain:
a.       pembendaharaan kata
b.      urutan kata (word order)
c.       daya sugesti kata-kata.
4.      Macam-macam Gurindam
Jika dilihat dari barisnya, ada dua macam bentuk gurindam, yaitu gurindam berkait dan gurindam berangkai. Di bawah ini adalah pengertian dan contoh-contoh gurindam.
·         Gurindam Berkait, merupakan gurindam yang mana bait pertamanya berhubungan dengan bait berikutnya dan pada bait berikutnya.
Contoh :
Sebelum berbicara pikir dahulu
Agar tak melukai hati temanmu
Kalau berbicara semaumu
Tentulah banyak orang yang membencimu
·         Gurindam Berangkai, merupakan gurindam yang memiliki kata yang sama pada tiap baris pertama baitnya.
Contoh :
Temukan apa yang dimaksud sahabat
Temukan apa yang dimaksud maksiat
Janganlah menjadi orang yang memelas
Nanti kamu menjadi orang yang malas
5.      Contoh Gurindam
a.       Kurang pikir/ kurang siasat/
Tentu dirimu/ kelak tersesat//

b.      Cahari olehmu/ akan sahabat/
Yang boleh/ dijadikan obat//

c.       Apabila banyak kata-kata,
Di situlah jalan masuknya dusta.

Dilihat dari bentuknya, gurindam hampir sama dengan pantun kilat (karmina). Bedanya, karmina terdiri atas sampiran dan isi, sedangkan gurindam tidak memiliki sampiran dan merupakan sebuah kalimat yang memilikihubungan sebab akibat.

Gurindam (a) berisi pesan bahwa jika kita melakukan suatu perbuatan tanpa didasari oleh ilmu, tentu kita akan terjerumus pada kesesatan. Dan gurindam (b) berisi pesan bahwa kita harus pandai-pandai mencari teman untuk dijadikan sahabat. Sahabat yang baik adalah yang mampu memberikan ketenangan da menjadi obat manakala kita dalam kesusahan.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar