Materi
Gurindam
1. Pengertian
Gurindam
Gurindam merupakan karya sastra lama yang berbentuk puisi
yang terdiri atas dua baris kalimat yang mempunyai rima atau sajak yang sama.
Gurindam pula memiliki lebih dari satu baris di tiap baitnya. Pada baris
pertamanya merupakan baris masalah, syarat, perjanjian atau persoalan dan pada
baris kedua merupakan jawaban dari masalah atau hal yang terjadi pada baris
yang pertama.
2. Ciri-ciri
Gurindam
·
Gurindam
terdirir atas dua baris pada tiap baitnya.
·
Pada
tiap barisnya memiliki jumlah kata sekitar 10 sampai 14 kata.
·
Tiap
barisnya memiliki hubungan sebab akibat.
·
Tiap
barisnya memiliki rima atau bersajak a-a, b-b, c-c. dan seterusnya.
·
Maksud
dari isi gurindam ada pada baris ke dua.
·
Gurindam
biasanya berisi tentang nasehat-nasehat, filosofi hidup (kata-kata mutiara).
3. Teknik
Pembacaan Grindam
Melisankan gurindam
hampir sama dengan melisankan pantun, yaitu degan memerhatikan intonasi dan
lafal yang tepat. Untuk melisankan sebuah gurindam dengan baik kita harus
memerhatikan aspek lafal, intonasi, dan ekspersi. Lafal merupakan cara
seseorang atau sekelompok orang dalam suatu masyarakat bahasa dalam mengucapkan
bunyi bahasa. Menguasai aspek lafal ini, kita dituntut jelas da lugas setiap
mengucapkan bunyi-bunyi bahasa.
Berikutnya, kita
pun harus memerhatikan aspek intonasi. Intonasi
adalah lagu bicara seseorang dalam melafalkan bunyi bahasa. Memahami
aspek intonasi ini bermanfaat untuk penguasaan meninggikan dan merendahkan
setiap mengucapkan bunyi bahasa.
Sementara aspek
ekspresi untuk meningkatkan rasa pemahaman kita dalam menyampaikan sebuah
gagasan. Penyatuan jiw antara gagasan sebuah teks dan perasaan yang
melisankannya menjadikan terjadinya kesatupaduan makna yang utuh. Dengan
demikian memahami ketiga aspek tersebut bisa menjadi prasyarat untuk melisankan
sebuah gurindam.
Ketika melisankan
sebuah gurindam dengan memperhatikan ketiga aspek tersebut maka akan mudah
menjelaskan diksi, menyimpulkan isi dan mengetahui kekhasan bentuk gurindam
pada masanya. Diksi (pemilihan kata) suatu karya sastra itu bisa dipahami dalam
tiga bentuk, antara lain:
a.
pembendaharaan
kata
b.
urutan
kata (word order)
c.
daya
sugesti kata-kata.
4. Macam-macam
Gurindam
Jika dilihat dari barisnya, ada dua macam bentuk
gurindam, yaitu gurindam berkait dan gurindam berangkai. Di bawah ini adalah
pengertian dan contoh-contoh gurindam.
·
Gurindam
Berkait, merupakan gurindam yang mana bait pertamanya berhubungan dengan bait
berikutnya dan pada bait berikutnya.
Contoh
:
Sebelum
berbicara pikir dahulu
Agar
tak melukai hati temanmu
Kalau
berbicara semaumu
Tentulah
banyak orang yang membencimu
·
Gurindam
Berangkai, merupakan gurindam yang memiliki kata yang sama pada tiap baris
pertama baitnya.
Contoh
:
Temukan
apa yang dimaksud sahabat
Temukan
apa yang dimaksud maksiat
Janganlah
menjadi orang yang memelas
Nanti
kamu menjadi orang yang malas
5. Contoh
Gurindam
a.
Kurang
pikir/ kurang siasat/
Tentu
dirimu/ kelak tersesat//
b.
Cahari
olehmu/ akan sahabat/
Yang
boleh/ dijadikan obat//
c.
Apabila
banyak kata-kata,
Di
situlah jalan masuknya dusta.
Dilihat
dari bentuknya, gurindam hampir sama dengan pantun kilat (karmina). Bedanya,
karmina terdiri atas sampiran dan isi, sedangkan gurindam tidak memiliki
sampiran dan merupakan sebuah kalimat yang memilikihubungan sebab akibat.
Gurindam
(a) berisi pesan bahwa jika kita melakukan suatu perbuatan tanpa didasari oleh
ilmu, tentu kita akan terjerumus pada kesesatan. Dan gurindam (b) berisi pesan
bahwa kita harus pandai-pandai mencari teman untuk dijadikan sahabat. Sahabat
yang baik adalah yang mampu memberikan ketenangan da menjadi obat manakala kita
dalam kesusahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar